Pengertian & Karakterisitik Anak Dengan Gangguan Autism


PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISM
A.    PENGERTIAN AUTISM
Istilah autis di perkenalkan pertamam kali pada tahun 1943 oleh dr.leo kanner seorang psikiater anak dari universitas johns hopkins autism. Autism menurut kanner tahun 1943 dalam pipernya “Autistic Disturbance Of Affective Contact”.

B.     KARAKTERISTIK ANAK AUTISM
Gangguan autism adalah ditandai adanya keterlambatan di bidang komunikasi. Perkembangan motorik yang tidak seimbang. Maupun dalam interaksi sosial.

Saat ini para ahli diseluruh dunia melakukan diagnosis autism berdasarkan kriteria di solder yang tercantum dalam DSMIV TR 2000 (diagonic and association manual)yang dikeluarkan oleh the american psychiatric association (APA).

Kriteria yang digunakan adalah kriteria klinis. Yang dilihat adalah tampilan perilaku
anak yang bersangkutan.

DSM IV ini memuat 3 bidang impairment (kerusakan / kesulitan) :
1.      Impairment dalam interaksi sosial.
2.      Impairment dalam komunikasi.
3.      Impairment dalam perilaku.
4.      Impairment dalam minat dan kegiatan.
Di bidang impairment dapat dijabarkan menjadi 12 kriteria dan 6 gejala/perilaku.
1.      Karakteristik dalam impairment sosial.
2.      Karakteristik dalam bidang komunikasi.
3.      Karakteristik dalam bidang bahasa.
4.      Karakteristik dalam bidang kekakuan pola tingkah laku



Karakteristik yang mungkin terlihat dalam pengamatan di usia taman kanak-kanak adalah sebagai berikut :
1.      Perkembangan terlambat.
2.      Lebih tertarik pada benda dibandingkan manusia.
3.      Tidak mau dipeluk.
4.      Kelainan sensoris.
5.      Manunjukan adanya suatu pola yang tertentu yang di pertahaankan dan di ulang-ulang ( stereo yped dan repelitive ) dalam hal perilaku minat dan kegiatan.

C.     PENGAYAAN
Menurut wenar ( 1994 ) secara khusus menjelaskan perkembangan pada penderita autism sbb :
1.      Infant
2.      Toddler / preschooler
3.      Midle chilhood
4.      Adulescence
5.      Adult


READMORE
 

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pembelajaran kooperatif learning merupakan suatu metode pembelajaran yang berkembang di amerika serikat pada tahun 1980 an. Kooperatif learning berusaha menelaah proses belajar anak didik dengan guru. Kegiatan belajar yang terjadi lebih berpusat pada guru.
Segala sesuatu yang menyangkut metode cooperative learning
1.      Definisi Pembelajaran Kooperatif
yang menitik beratkan pada kerja sama diantara anak didik dalam mengarjakan suatu pekerjaan tapi tanpa sepenuhnya dapat bimbingan guru.
-          Menurut Cenita Liepembelajaran kooperatif adalah gotong royong yang memberikan kesempatan pada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama anak dalam tugas yang berstruktur. Guru bertindak sebagai fasilitator.
-          Menurut Johnson cooperative learning adalah :
·         Saling ketergantungan positif
·         Tanggung jawab individual
·         Interaksi sosial
·         Keahlian bekerja sama
·         Proses kelompok

2.      Manfaat Pembelanjaan Kooperatif
tidak hanya menitik beratkan pada kerja kelompok nya melainkan pada strukturnya.
a.       Cooperative learning mampu mengembangkan aspek moralitas dan interaksi sosial peserta didik.
b.      Cooperative mampu mempersiapkan anak didik untuk belajar bagaimana cara mendapatkan berbagai pengetahuan dan informasi.
c.       Meningkatkan anak didik untuk dapat bekerja sama dengan orang lain dalam sebuah tim karena di era globalisasi.
d.      Dapat membentuk pribadi yang terbuka dan menerima perbedaan yang terjadi.
e.       Membiasakan anak didik untuk selalu aktif dan interaktif dalam mengembangkan analisisnya.

3.       Tujuan Pembelajaran Kooperatif
a.       Untuk dapat menyiapkan anak didik dengan berbagai keterampilan baru agar dapat berpartisipasi didunia yang selalu berubah
b.      Mambentuk anak didik agar dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.
c.       Mengajak anak didik untuk membangun pengetahuan secara aktif dengan memberikan kesempatan pada anak didik untuk menyusun pengetahuan yang terus menerus.
d.      Memantapkan interaksi pribadi antar anak didik dan antar guru dengan anak didik.
e.       Mengajak anak didik untuk menemukan, membentuk dan mengembangkan pengetahuan.
READMORE
 

Teori Klasik dan Keynes


Teori Klasik
Teori Keynes
a)     Cara mengatasi pengangguran adalah dengan mengurangi tingkat upah.

a)        Cara mengurangi pengangguran adalah dengan memperbanyak investasi.
b)     Para ekonom yang percaya tidak ada peraturan pemerintah ekonomi.

b)       Para ekonom yang percaya peraturan pemerintah ekonomi.
c)         Pemerintah memiliki peran minimal dalam perekonomian, berfokus pada tujuan jangka panjang.

c)         Pemerintah memiliki peran besar dalam perekonomian, berfokus pada tujuan jangka pendek.
d)        Pengeluaran pemerintah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara dengan meningkatkan sektor publik dan penurunan sektor usaha.

d)        Pengeluaran pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa adanya pengeluaran konsumen/investasi bisnis.
e)        Suku bunga ditentukan oleh keinginan masyarakat untuk melakukan penabungan dan keinginan untuk meminjam dana modal untuk investasi.

e)        Suku bunga ditentukan oleh pemerintah dan penawaran uang.
f)          Tingkat bunga fleksibel akan menjamin keadaan permintaan tenaga kerja akan sama dengan penawaran tenaga kerja.

f)          Tingkat upah tidak fleksibel karena banyak pengangguran tingkat upah tidak akan turun dan pengangguran tetap ada.
g)        Pendapatan nasional ditentukan oleh kemampuan faktor produksi dengan menghasilkan barang dan jasa.

g)       Pendapatan nasional faktor produksi yang tersedia tetapi oleh pengeluaran agregat

READMORE